a love letter to my muslim’s brother n sister
Untuk saudara/saudariku tercinta coz Allah
“Mou tashou no risuku wa kakugo deshou. Nanka korunda tte tatsu (get it on). Nare ai ja nai ze, kami hitoe no sesshon. Irikunda kanjou kidzukiageta kesshou. Medo in hyuuma no dorama, no enchou, marude moesakaru yoshihara no enjou. Endoresu saki mo korogaru nichijou. warau hodo baka ni, narerutte koto.”

subhanallah saat membaca arti kata-katanya, makna yang terkandung dalam lyric salah satu lagu favorit serial Naruto itu dalem banget. Disini penulis hanya mengutip sebagian lyricnye aje, suatu saat pasti bakalan ngebahas tentang isi lagunya. Kurang lebih artinya mengenai bagaimana kesiapan kita dalam menghadapi kendala-kendala dalam hidup, penulis menganalogikan sebagai kendala-kendala dalam berdakwah. Tidak dapat kita hindari, bukankah pada kenyataannya perjalanan dakwah itu ga selalu mulus dan halus?!! Siapkah kita menghadapi batu kerikil ataupun duri yang tersebar!! Tentunya kita harus tetap bangkit, meski sudah berkali-kali terjatuh. Inilah risalah yang wajib kita jalani, sebagai wakil-wakil Allah dibumi, yang akan dibanggakan oleh Rasulullah saw diakhirat nanti karena jumlah yang banyak. Namun jumlah tanpa kualitas serta ukhuwah yang mengikatnya, tentunya bukan harapan kita juga bukan?!!
Belum lama ada seorang teman penulis berbicara, “Ketika tarbiyahnya baik tapi manajemennya kurang baik, bagaimana nasib ummatnya?!” Perkataannya ada benarnya juga.

“Apa kalian siap menghadapi rintangan? Kalian harus tetap bangkit, meski sesering apapun kalian terjatuh. Ini bukanlah suatu konspirasi, hanya bagian kecil dari sebuah kehidupan saja. Perasaan yang gundah, berubah menjadi butiran kristal. Akhir cerita dari drama buatan manusia, kembali bersemangat bagai Api Yoshiwara. Masa depan yang penuh kekacauan hampir terasa tiap hari, seakan tak terpikirkan dan hanya tertawa.”
Begitulah (menurut penulis)mereka yang berada dijalan ini bersama-Nya, berani mengambil resiko dan rela terjatuh berkali-kali dan bangkit kembali, hanya demi mencapai ridho-Nya. Tapi, klo penulis boleh memberikan sarannya, realitas kehidupan juga harus dipikirkan. tentunya 4W1 tidak menyukai orang yang mendzolimi dirinya sendiri donk, meski alasannya untuk dakwah. so, offcourse there’s an obligation we have to fulfill.
Bersemangatlah saudara-saudariku tercinta karena ALLAH SWT, karena pelindung kita adalah Dzat Yang Maha Berkuasa dan Maha Pengasih serta Maha Penyayang….
neng geulis said,
June 22, 2009 at 12:40 pm
aslm. ehmmm it tangannya siapa yah??? *gapenting*
Mawardi said,
June 8, 2010 at 3:49 am
Salam kenal ceritanya bagus up date lagi dong